SPFC “Gaya Sumatera”

 Opini

almadi

Oleh: Rial Supargo

(Wartawan Utama)

Welliansyah suksesor Syafrianto bakal merobah gaya main Semen Padang FC dari lemah gemulai menjadi “keras”, bukan berarti kasar. Ini sesuai dengan tipikal sang pelatih. Welli ketika jadi pemain Kabau Sirah era Galatama, dikenal gelandang bertahan tanpa konpromi. Bola silahkan lewat, orang jangan coba melewatinya.

Permainan keras itu membuat pemain timnas Roni Patinasarani dan Ruly Nere sempat naik pitam saat dikawal Wellansyah. Bahkan, mereka nyaris baku hantam. Gaya permainan keras tersebut tak lepas dengan sosok pelatihnya Suhatman Imam. Ada beberapa pemain sejenis Welli di era kompetisi Galatama. Seperti, Abdul Aziz, Joni Effendi, Hendra M, mereka ini jagonya bermain tanpa konpromi.

Ini adalah gaya Sumatera, keras tanpa tedeng aling-aling. Wajar mereka sering dapat kartu kuning tiap laga. Namun, mereka tetap menjaga sportifitas dan menghindari namanya kartu merah. Ingat PSMS Medan yang sempat beberapa kali juara perserikatan, selalu menerapkan gaya Sumatera.

Sejak beberapa dekade ini, gaya Sumatera yang dimiliki tim Kabau Sirah sudah tak tampak lagi. Gaya rap dan diiringi teriak antar pemain di dalam lapangan tak terdengar lagi. Mereka asik bermain cantik dan kurang ngotot ketika kehilangan bola. Apakah, Welliansyah mampu merobah gaya main yang sudah mendarah daging itu.

“Perlahan-lahan saya akan coba. Namun, semuanya perlu waktu. Dan yang utama bagaimana memulihkan mental tim. Fighting sprit pemain harus dibangkitkan agar mental mereka tidak down,”ujar Welliansyah.

Welliansyah bukanlah pelatih karbitan, dia memiliki lisensi A AFC dan memulai karirnya dari pemain hingga membawa tim Semen Padang U-20 juara liga bersama Delfi Adri. Sebagai pelatih yang sudah banyak menimba ilmu sebagai asisten,  kemampuannya tak diragukan lagi. Arcan Iurie mantan pelatih Semen Padang pernah memuji Weliansyah ketika menjadi asistennya.”Dia punya masa depan sebagai pelatih. Semua ilmu yang diturunkan cepat diserap,”ujar pelatih asing ketika membawa Semen Padang lolos kompetisi Divisi Utama, tahun 2000.

Ujian buat Welliansyah adalah empat laga. Manajeman telah mengultimatum jika empat laga hasilnya jeblok, maka bersiaplah angkat kaki dari mess. Bagi Welli ini sebuah tantangan, karena,  kondisi mental tim lagi di bawah standar mengalami kekalahan berturut-turut di kandang.

Soal strategi atau taktikal, kemungkinan tak banyak perobahan. Welli hanya fokus mengembalikan kepercayaan pemain dan melakukan pendekatan dari hati ke hati. Selain itu, pemain asing dinilai kurang kontribusinya merupakan PR khusus bagi Welli guna meningkatkan kemampuannya. Bagitu, juga dengan beberapa pemain lokal yang selama ini sering terisolasi dan kurang diberi kepercayaan. Bakal dimaksimalkan kemampuanya agar tampil percaya diri setiap laga.

Ujian berat, adalah menghadapi dua laga tandang. Bagaimana pun jua tuan rumah Semen Padang harus meraih nilai penuh. Jika gagal, maka makin sulit melepaskan diri dari dasar klesemen kompetisi liga satu. (***)

 

banner 468x60

Related Posts