Politeknik Negeri Padang Bakal Jalankan Program MEME

 Sumbar

FB_IMG_1539048418089

PADANG —Menjawab tantangan di era Revolusi Industri 4.0 Politeknik Negeri Padang bakal menjalankan program Multi Entry Multi Exit (MEME) yang digulirkan oleh Kemeristekdikti.

Tantangan pada era Revolusi Industri 4.0 semakin tinggi, untuk itu mahasiswa harus disiapkan semenjak dari awal agar mampu bersaing.

Hal itu diungkapkan oleh Direktur PNP Surfa Yondri seusai rapat senat terbuka dalam rangkan  dies natalis PNP ke-31, Senin (8/10).

“Kita melihat pola MEME ini menjadi solusi pendidikan vokasi dalam menghadapi tantangan dunia kerja seiring adanya era industri 4.0 dan digital distruption mengakibatkan banyak hilang lowongan pekerjaan,” terang Surfayondri didampingi Wakil Direktur II Anton ST MT.

Lebih jauh dijelaskan oleh Surfa Yondri mengenai program MEME,  setelah kuliah dua tahun atau empat sementer mahasiswa bisa untuk mencari kerja. Jika setelah dapat kerja dan ingin kembali kuliah maka mahasiswa tersebut bisa kembali melanjutkan kuliah sesuai dengan jenjangnya.

“Multi Exit berarti keluar program bisa akhir tahun kedua, akhir tahun ketiga, atau akhir tahun keempat. Setiap mahasiswa menyelesaikan tahapan Diploma II, Diploma III atau Diploma IV mendapatkan ijazah yang sesuai,” jelas dia.

Melalui program ini, tambah Surfayondri, di samping mendapat ijazah, mahasiswa juga mendapat sertifikat kompetensi, apabila mereka lulus dalam tes sertifikasi. Dengan begitu,memudahkan mereka dalam memperoleh pekerjaan nantinya. Khusus politeknik, bisa menekan jumlah mahasiswa DO.

PNP sendiri menargetkan bisa secepat mungkin mendapatkan akreditasi A. “Kami sangat menyayangkan dalam cara penilaian akreditasi kampus. Sebab antara politeknik dengan universitas disamakan saja. Pada hal keduanya sangat jauh berbeda. Seperti dalam hal guru besar dan fasilitas. Di universitas dosen memiliki ruangan. Sedangkan di politeknik dosen lebih banyak di bengkel,” tuturnya.(rdho)

banner 468x60

Related Posts