Nasib Atlet Sumbar, Anggaran Kecil Target Besar

 Opini

 

 

almadi

Oleh: Almadi

(Wartawan Utama)

Ada banyak peristiwa olahraga Sumbar saat ini, Semen Padang FC kalah lagi lawan Arema 0-1, dan Solok Ekuator Luhak 50 Kota kalah pula di kandang sendiri stadion Singa Harau oleh klub KS Tiga Naga Pekanbaru 0-2 pada kompetisi liga tiga. Kemudian pejabat olahraga Sumbar berantam dihadapan wagub. Semuanya, menyedihkan!

Awal cerita, Wakil Gubernur, Nasrul Abit melepas keberangkatan atlet menuju medan laga Pekan Olahraga Wilayah Sumatera (Porwil) X Bengkulu, Jumat (25/10) lalu di Aula Kantor Gubernur Sumbar.

Pelepasan itu penuh canda dan tawa atlet, disaksikan para undangan, ketika pejabat Dispora Sumbar adu jotos dengan wakil ketua KONI. Semua yang hadir di TKP (Tempat Kejadian Perkara) sudah tahu siapa yang memulai dan penyebabnya. Itu adalah puncak kesabaran yang tertahan. Bahkan, puncak dari segala-galanya. Peristiwa ini jadi kenangan buruk.

Saat pelepasan, Ketua KONI Sumbar melaporkan persiapan atletnya sebelum menuju Bengkulu. Syaiful menjelaskan, dana atlet buat Porwil X sangat kecil dibandingkan Porwil sebelumnya. Pada Porwil XIII di Pulau Batam tahun 2011, tepatnya delapan tahun lalu, KONI Sumbar dibantu APBD Rp 23 Miliar. Sedangkan Porwil IX di Bangka Belitung tahun 2015, tepatnya empat tahun lalu, KONI dibantu Rp 20 Miliar lebih.

Sedangkan Porwil X Bengkulu, dengan kondisi serba mahal, KONI Sumbar dapat kucuran dana APBD sebesar Rp 15 miliar dengan target ranking tiga. Apakah mungkin?. Sedangkan dana puluhan Miliar saja Sumbar berada urutan ke 4. Perlu diketahui dana Rp 15 miliar itu bukan untuk atlet Porwil saja tapi termasuk buat Pra PON dan Kejurnas. Belum lagi reward diambilkan juga dari sana.

Daerah lain boleh bangga dengan pesawat ke medan laga, atlet Sumbar cukup jalan darat asal sampai tujuan. Nasrul Abit wajar kaget dengan kondisi ini. Sudahlah dana kecil  Ditambah pula, adanya masalah pencairan dana hibah atlet. Wagub sempat memberi semangat Ketua KONI Sumbar agar jangan putus asa buat olahraga Ranah Minang.“Saya minta Ketua KONI jangan sampai hilang semangatnya dalam mengurus atlet,”ujarnya.

Nasrul Abit diam-diam rupanya memantau kinerja pengurus KONI Sumbar, malahan mensuport agar Syaiful tidak perlu mendengar ocehan yang bernada sumbang. Sedangkan masalah telatnya kucuran dana buat atlet, wagub mengingatkan Dispora Sumbar agar secepatnya dicairkan. “Ini berakibat fatal dan membuat atlet kena mentalnya. Jadi saya minta Dispora secepatnya mencairkan dana tersebut,” katanya depan forum pelepasan menuju Bengkulu.

Tanpa banyak cakap, Dispora Sumbar langsung tancap gas dan tuntas semua RAB dan verifikasi yang jadi biang itu dalam tempo sehari. Kok, bisa cepat amat kerjanya. Entahlah. Jika memang banyak masalah RAB KONI Sumbar, harusnya pihak Dispora menolak perintah wagub. Karena siapa yang bertanggungjawab penggunaan dana hibah itu. Apa mau wagub bertanggungjawab?

Kadispora Sumbar, Bustavidia usai pertemuan dengan Ketua DPRD dan Ketua KONI Sumbar menyebutkan, pencairan anggaran itu terkendala karena ada nonmenklatur yang tidak tepat dan harus diperbaiki. Lalu dengan kesepakatan kedua belah pihak dana buat atlet dapat dicairkan dengan waktu singkat.

Apakah dengan dana kecil dengan target besar sanggupkah KONI Sumbar memenuhinya? Kita lihat saja bagaimana hasilnya, jika gagal kita tuding lagi KONI Sumbar, sudahlah dana kecil gagal pula. (***)

banner 468x60

Related Posts