Kemenristek Dikti Ingin Publikasi Peneliti Indonesia Berkualitas dan Juara Asean

 Nasional

 

IMG-20180515-WA0021

Padang – Saat ini jumlah publikasi peneliti Indonesia telah berada diurutan dua ASEAN. Indonesia yang sebelumnya berada dibawah Singapura, kini telah mengejar Malaysia  dan berupaya keras agar di tahun 2019 Indonesia dapat juara di level ASEAN.Namun tidak hanya kuantitas, tapi juga terus berupaya dalam meningkatkan kualitas dari hasil penelitian  yang dilakukan para dosen tersebut

“Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) memberikan berbagai kemudahan bagi dosen yang akan melakukan penelitian dan pengabdian masyarakat. Tidak hanya  dengan memberikan motivasi, dan mempermudah dalam hal adminitrasi, tapi juga menyediakan dana kompetitif bagi para dosen untuk melakukan penelitian ataupun pengabdian masyarakat.,” sebut Kasubdit Riset Dasar Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat Kemenristekdikti, Adhi Indra Hermanu, Selasa (15/5).

Ia mengatakan dengan kegiatan workshop dan klinik penyusunan output penelitian untuk meningkatkan kualifikasi dosen ini diharapkan dapat memberikan motivasi kepada dosen untuk lebih semangat lagi dalam melakukan penelitian.

“Pemerintah telah memberikan dana riset kepada para peneliti. Untuk itu kita akan mengawal peneliti dalam menghasilkan output penelitiannya, salah satunya melalui kegiatan workshop yang dilaksanakan ini. Dimana kami mengundang para ahli dalam mengelola jurnal di Indonesia yang kualifikasinya sudah di tingkat atas untuk memberikan pelatihan,” jelasnya.

Ia menyampaikan kegiatan workshop dan klinik penyusunan output penelitian yang merupakan kerjasama antara Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat Kemenristekdikti dengan Politeknik Negeri Padang ini, bertujuan untuk meningkatkan kualifikasi dosen dalam bentuk pelatihan dan kerja mandiri untuk meningkatkan mutu artikel ilmiah.

“Tujuan utama pelatihan ini adalah meningkatkan motivasi dan kemampuan para peserta untuk dapat menulis dan mempublikasikan hasil penelitian fundamental, hibah kompetensi dan kerjasama luar negeri dan publikasi internasional berupa artikel yang berkualitas pada berkala ilmiah bereputasi internasional,” terangnya.

Ia menambahkan,  meningkatnya jumlah publikasi peneliti Indonesia yang saat ini telah berada diangka 8.000 lebih bukan sekedar prestasi satu kementrian saja, tapi seluruh insan Iptek di seluruh Indonesia. Untuk itu, Kemenristekdikti  terus memfasilitasi dalam dorongan dan kebijakan untuk memudahkan peneliti dalam pencapaian target agar bisa juara di level ASEAN.

“Tentunya kita juga mendorong agar hasil penelitian dari para dosen ini dapat sesuai dengan kebutuhan industri dan masyarakat. Kita berikan dana tambahan untuk memotivasi mereka yang berhasil mengeluarkan produk tambahan,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur PNP Surfa Yondri mengatakan, dengan dijadikan PNP sebagai tuan rumah diharapkan dapat memotivasi para dosen  untuk dapat meningkatkan publikasi ilmiah, yang saat ini tengah gencar dilakukan di tingkat internal PNP. Kegiatan ini juga diharapkan dapat mensuport para dosen dan peneliti di Sumbar yang menjadi peserta pelatihan ini.

“Ini menjadi momen bagaimana kita mengupakan semakin banyak publikasi yang dihasilkan dosen. Sebagai perguruan tinggi vokasi, hilirasi dari riset atau penelitian yang dilakukan diharapkan dapat diaplikasikan dapat menyentuh kepada masyarakat. Kita PNP terus menekankan hal seperti itu kepada dosen yang akan melakukan penelitian,” ujarnya.

Ia berharap hasil riset dan penelitian tersebut tidak hanya sekedar menjadi bahan reverensi atau daftar pustaka saja, tapi dapat menjadi produk yang dapat dimamfaatkan langsung oleh masyarakat. Tentunya dengan pelatihan yang dilakukan terhadap para dosen ini, akan semakin banyak ide penelitian  yang berawal dari kondisi real dari masyarakat untuk diimplementasikan dalam bentuk penelitian.

“Dari kondisi masyarakat itu yang diimplimentasikan. Dari riset atau penelitian dapat mengalir langsung ke masyarakat. Persoalan masyarakat diproses menjadi riset, publikasi dengan hasil penelitian, dan hasilnya dimamfaatkan masyarakat,” pintanya.

Kegiatan workshop dan klinik penyusunan output penelitian untuk peningkatan kualifikasi dosen dilaksanakan 15-16 Mei di Grand Inna Muara Hotel. Politeknik Negeri Padang bertindak sebagai tuan rumah pada kegiatan dimaksud.

Sebanyak 80 orang peserta ambil bagian pada kegiatan workshop, mereka terdiri dari dosen Politeknik Negeri Padang, Universitas Andalas, Universitas Negeri Padang,  STIKES Dharma Landbouw, STIKES Perintis Padang, STKIP PGRI Sumbar, Universitas Baiturahmah, Universitas Bung Hatta, Universitas Dharmas Indonesia, Universitas Ekasakti, Universitas Islam Kuantan Singingi, dan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat. (*)

banner 468x60

Related Posts