Hasil Awal Pengujian Jembatan Sungai Dareh : Layak Operasi

 Sumbar

IMG-20190906-WA0005

Dharmasraya – Jembatan Sungai Dareh yang terkenal fenomenal di Sumatera Barat, tepatnya di Kabupaten Dharmasraya telah selesai uji kelayakan dengan dua metode pengujian, yang dilakukan Tim Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan (KKJTJ).

Tahapan pertama adalah pengujian statis pada 7 Agustus lampau dengan menurunkan ahli jembatan, yakni Prof Bambang Suhendro, Prof Priyo Suprobo, Prof Jamasri, Prof Hidayat Sugihardjo.

Pengujian statis dilakukan dengan cara meletakkan delapan truk disebalah kiri, dan delapan truk sebelah kanan secara bersamaan, dimana masing-masing truk memiliki tonase 30 ton.

tahapan kedua adalah pengujian dinamis pada 8 Agustus serta 4 September. Tata caranya yakni bagian depan dan belakang roda truk bertonase 30 ton dihentakkan secara bergantian, sehingga bisa mendeteksi kelenturan jembatan. Setelah itu truk diminta untuk melaju dengan kecepatan tinggi, dan diminta untuk melakukan pengereman secara mendadak.

Tim Ahli KKJTJ Prof Jamasri kepada Majalah Intrust usai pelaksanaan pengujian jembatan mengatakan, kesimpulan awal setelah pengujian jembatan dilakukan dengan dua metode, jembatan Sungai Dareh layak digunakan.

Hanya saja, dari analisa yang dibaca alat accelerometer dengan valid, ada beberapa catatan yang akan ditambahkan nantinya dalam rekomendasi dari Tim KKJTJ, Salah satunya jembatan tersebut kekakuannya kurang sedikit dibandingkan pengukuran standar jembatan.

“Dari hasil uji dinamis hari ini sudah inline dengan uji statis. Artinya sudah ada benang merahnya bahwa jembatan ini layak fungsi. Kekakuan di sebelah kanan dan kiri jembatan ada perbedaan, enggak jauh berbeda antara 1,18 dan 1,21. Namun tak ada masalah, karena memang kayaknya tipikal jembatannya segitu,”ulas Jamasri yang juga Dosen Mechanical Engineering Universitas Gajah Mada ini.

Namun demikian, dirinya tak bisa memastikan kapan hasil rekomendasi dari KKJTJ keluar. Karena pencatatan pengukuran yang dilakukan oleh tim ahli akan diramu terlebih dahulu, lalu dirapatkan dengan Tim KKJTJ, baru rekomendasi bisa dikeluarkan.

“Bisa cepat, bisa lama keluar (hasilnya-red), Tergantung Tim KKJTJ. Terkadang bisa satu minggu hasilnya keluar, bisa juga lebih satu bulan,”ungkapnya.

Agar keamanan jembatan lebih terjamin, Tim KKJTJ, bakal meletakkan alat khusus dibawah jembatan, agar bisa mendeteksi kondisi jembatan.

“Alat ini bisa memantau dari jauh data – data terkait Jembatan Sungai Dareh setiap bulannya,”kata Jamasri.

Sementara itu Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional III Padang Ir.H Aidil Fiqri melalui Kasatker Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) II Sumbar Agung Setyawan ST.MT menjelaskan, pengujian jembatan ini berguna untuk mengetahui kekuatan dan keamanan kontruksi jembatan.

Ia memaparkan, jembatan Sungai Dareh memiliki tipe Cable Stayed dengan panjang jembatan 120 meter, lebar 9 meter, tinggi pylon 42,2 meter, serta jumlah kabel 24 buah. Pekerjaan jembatan beserta jalan pendekat dengan anggaran Rp 90 miliar ini dimulai dari tahun 2016 dan berakhir tahun 2018.

Jembatan yang berada di Jalur Lintas Tengah Sumatera ini pernah dibuka pada 1 – 11 Juni 2019 lalu, untuk memperlancar arus mudik dan arus balik Lebaran Tahun 2019. Pembangunan duplikasi jembatan Sungai Dareh bertujuan untuk mengurangi beban jembatan lama yang sudah uzur dimakan usia.

“Kita belum bisa pastikan kapan jembatan ini bisa difungsionalkan kembali, karena menunggu hasil pengujian dari Tim KKJTJ. Mudah-mudahan hasilnya segera keluar, dan masyarakat bisa menggunakannya kembali,”pungkasnya.(*)

banner 468x60

Related Posts