Cak Imin Akui Masuk ke Sumbar Tidak Gampang

 Daerah


CM171205-224049002

Cak Imin politikus muda yang disegani kawan mau pun lawan hadir di Sumbar, beliau benar-benar menikmati suasana ranah Minang yang tenang dan bersahabat. Rasanya, belum lengkap seorang politikus tidak mengunjungi negeri tempatnya lahirnya tokoh-tokoh republik ini berdiri.

Kehadiran Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar akrab dipanggil Cak Imin memuji serta mengapresiasi atas masukan yang diberikan melalui pemikiran dalam diskusi – diskusi serta juga dengan lahirnya gagasan membentuk “Dunsanak Cak Imin” di Sumatera Barat.

Cak Imin mengucapkan terimakasih kepada rekan rekan yang telah  mempercayainya untuk maju pada Pilpres 2019 mendatang.” Saya benar-benar terharu dengan dukungan moral dengan lahirnya gagasan “Dunsanak Cak Imin di Provinsi Sumatera Barat  ini, ” ujarnya dalam dialog dengan sejumlah awak media di kota Padang, Sumatera Barat, Selasa malam (5/12) disalah satu hotel di Kota Padang.

Ia mengakui, untuk masuk ke Sumbar tidaklah gampang. Jika hanya mengandalkan nama partai yang diusung rasanya sangat sulit. Pasalnya, suara PKB di Sumatera Barat terbilang kecil.” Jadi saya sadar, kalau saya masuk ke Sumbar melalui PKB, maka saya sulit diterima. Makanya, saya masuk melalui gagasan dan pemikiran,” katanya.

Dalam dialog yang dipandu Sulaiman Tanjung itu, Cak Imin mengatakan, dirinya tidak tahu persis penyebab PKB kenapa belum bisa berkembang di Sumatera Barat. Padahal, PDI-P saja bisa diterima di Sumbar, bahkan bisa mengirimkan dua orang kadernya sebagai anggota DPR RI dari daerah pemilihan Sumbar.

“Saya sampai saat ini belum tahu persis sebabnya. Titik persoalannya belum ketemu, sehingga raihan suara PKB di Sumbar tak seperti diharapkan. Mungkin karena PKB mengalami resistensi di beberapa tempat. Maka lebih bagus masuk ke daerah dengan pemikiran, pengalaman dan jaringan,” ujarnya dalam dialog yang juga dihadiri Ketua DPW PKB Sumbar Febby Datuk Bangso, Marwan Jakfar, dan Ketua Fraksi PKB DPR RI.

Cak Imin juga merespon adanya usulan agar masuk pada semua lapisan masyarakat. Terutama pada keagamaan dan kelompok lainnya.” Saya mohon bantuan dari bapak-bapak semua,  bagaimana saya bisa masuk ke semua kalangan,” ujar Muhaimin menanggapi pertanyaan.

Pentolan PKB ini menyebutkan, dirinya bisa dialog dengan semua kalangan,  baik NU maupun non NU. Berbagai pendekatan pun dia lakukan. Misalnya saja kepada generasi milineal saat ini. Generasi milineal ini ingin yang baru.”Kita terus melakukan pendekatan kepada mereka. Misalnya kelompok stand up. Kita juga mengekspost dan mengeksplor anak-anak muda berbakat. Itulah pendekatan yang kita lakukan kepada masyarakat,” sebutnya.

Cak Imin juga memberikan advokasi dan solusi. Beberapa kasus yang terjadi, dirinya bersama PKB memberikan advokasi kepada korban. Sedangkan untuk solusi, disalurkan kepada empat kementerian yang kebetulan menterinya kader PKB, yaitu Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Kementerian Tenaga Kerja, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, dan Kementerian Pemuda dan Olahraga.

Lahirnya ide untuk menjadikan Cak Imin menjadi Cawapres tidak lepas dari hasil perbincangan dengan teman teman di Provinsi Sumatera Barat yang ingin melihat lahirnya tokoh muda nasional lebih kurang dua bulan lalu. Hal ini disampaikan Sulaiman Tanjung selaku moderator dalam acara ‘Dialog Bersama Cawapres Muhaimin Iskandar’ malam itu dihadapan rekan-rekan media di Sumbar.

Sulaiman menilai, ketokohan Cak Imin merupakan salah satu tokoh muda Indonesia yang dianggap mampu memberikan perobahan, baik lintas sosial maupun lintas agama. “Nah dengan kehadiran Cak Imin ke Kota Padang yang bersilaturahmi bersama “Dunsanak Cak Imin di Kota Padang hari ini,  diharapkan dapat menjawab dan memberi keyakinan kepada Dunsanak Cak Imin, bahwa dukungan yang diberikan telah tepat,”” katanya

Kehadiran Cak Imin di Sumbar membuka cakrawala tokoh-tokoh politik daerah ini. Karena, belum ada berani tokoh-tokoh yang muda muncul kepermukaan menyatakan ingin bertarung sebagai Capres atau Cawapres. (fitri)

banner 468x60

Related Posts