Cabor Dayung Ancam Tidak Kirim Atletnya Ke PON Papua

 Olahraga

 

 

 

dayung

KONI Sumbar kembali “dikadali” oleh cabang olahraga dayung, pasalnya atlet yang lolos murni Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua hanya dua orang bukan 38 orang. Hal itu terungkap ketika pengurus KONI mencek data sebenarnya ke PB PODSI di Jakarta, Selasa (17/11/20).

“Saya baru dapat laporan dan tim yang pergi yaitu, Waketum dua, Fajril Ale dan Sekum KONI Irnaldi Samin. Mereka bertemu langsung dengan petinggi PB PODSI mengatakan yang lolos murni atas nama Rendi Syuhada dan Siska Devi,” ucap Ketua KONI Sumbar, Syaiful disela-sela pelantikan Ketua KONI Kabupaten Solok, Rabu (18/11/20).

Untuk lebih jelas kata Syaiful menunggu laporan dari Sekum KONI Irnaldi Samin. Sebab, mereka rapat dengan PB PODSI yang dihadiri Waketum Ir. Budiman Setiawan, Sekjend Edy Suyono, Wasekjend Barata Tryana, hasilnya baru sekedar laporan saja.” Jadi kita tunggu laporan dan surat yang dibawa dari PB PODSI,” jelasnya.

Laporan utusan KONI tersebut menyebutkan, cabor dayung Sumbar yang lolos PON XX Papua hanya dua orang atlet. Pada kejurnas 2019,  Rendi Syuhada dan Siska Devi berhasil meraih medali perunggu. Sedangkan, Harold Arnold Monim yang turun pada nomor Kayak Putra 200 meter berada diurutan 6.

Kemudian pada nomor lain, Sumbar hanya ikut Final B namun semuanya berada pada rangking 5 dan 6, dan tidak ada satupun yang berada pada rangking 4. Sementara tentang kuota atlit yang diloloskan untuk mengikuti PON oleh PB – PODSI hanya untuk membagi kuota yang ada kepada Pengprov Dayung.

Keputusan soal dikirim atau tidaknya atlet ke PON adalah kewenangan KONI Propinsi. Bahkan, PB PODSI menyatakan tidak ada sanksi jika menolak menerima kuota yang di berikan.” Masalah ini saya belum terima hasil lengkapnya, kita tunggu tim pulang nanti,” ucap Syaiful.

Disinggung soal pertanggungjawaban dana yang sudah diambil PODSI Sumbar sekitar Rp 300 juta, sementara atletnya hanya lolos dua orang. Ketua KONI hanya menjawab singkat.”Nanti kita bicarakan, semua diserahkan ke Inspektorat,” ucapnya.

Apa yang diungkapkan pengurus KONI itu rupanya tidak dipercayai oleh Ketua PODSI Sumbar, Ismunandi Sofyan.” Saya baru saja kemarin menelpon PB PODSI. Jadi semuanya itu cerita pengurus KONI saja. Apa ada surat sebagai buktinya. Saya menilai KONI terus bermain,” ucap anggota komisi V DPRD Sumbar itu.

Bahkan, Ismunadi mengatakan tidak akan mengirim atletnya ke PON XX Papua. Alasanya, cabor dayung adalah satu tim. “Kita yang punya atlet bukan KONI Sumbar. Harusnya pengurus KONI sifatnya membina dan kita yang lebih tahu bagaimana olahraga ini,” katanya sembari menilai pengurus KONI tidak satu pun orang olahraga.

Penilaian Ismunandi terhadap pengurus KONI Sumbar tidak satu pun orang olahraga langsung ditepis oleh Hendy Luthan Kabid Binpres KONI. “Menilai itu janganlah emosional kata, mantan pelatih Karate Sumbar dan tim klub PSP Padang itu. Rata-rata pengurus KONI pernah mengurus cabang olahraga,” jelasnya. (almadi)

 

 

 

 

 

 

 

 

banner 468x60

Related Posts