Baru Terkena Bencana, Petakraw Sulteng Turun di Kejurnas Antar PPLP

 Olahraga

IMG-20181106-WA0021

PADANG – Kejurnas antar PPLP Daerah dan sentra keolahragaan cabang sepak takraw dibuka Gubernur Sumbar yang diwakili Asisten I, Devi Kurnia di Hall Futsal Rafhelly, Selasa (6/11). Selain itu dihadiri Deputi Kebudayaan Olahraga Kemenpora RI, Raden Kis Nanta beserta jajaran.

Dalam sambutanya Asisten I Setdaprov Sumbar Devi Kurnia mengatakan, sekarang Cabor sepak takraw cukup berbangga dengan kemajuan prestasi sepak takraw setelah mendapatkan medali emas di Asean Games baru-baru ini di Jakarta dan Palembang.

“Karena keikutsertaan Indonesia di Asean Games sejak tahun 1990 lalu, baru sekarang Asean Games di Jakarta 2018 kita berhasil merebut medali emas, ” ujar Devi.

Satu emas, satu perak dan dua perunggu dijadikan motivasi untuk meningkatkan kualitas atlet sepak takraw pada mendatang. Terutama pada pada iven- iven internasional lainnya.

“Bangunlah dan junjunglah sportivias dalam pertandingan dan selalu silaturahmi. Karena semua atlet di seluruh Indonesia adalah bersaudara,” ucapnya.

Sementara itu Deputi Kebudayaan Olahraga Menpora RI, Raden Kis Nanta mengapresiasi, kehadiran kontingen atlet PPLP Sulteng, walaupun masih dicengkram traumatik Gempa dan Tsunami Palu, tetap mengikuti Kejurnas ini.

“Kejurnas ini juara bukan semata mata jadi tujuan utama. Karena arena tertinggi merupakan Popnas, atlet-atlet sekalian jangan khawatir masa depan nya suram kalau menekuni atlet sepak takraw. Karena dengan prestasi yang diraih akan mendatangkan rezeki yang berlimpah, salah satunya peraih peraih emas pada Asian Games kemarin mereka mendapatkan bonus uang 1,5 m ditambah rumah dan diangkat menjadi PNS,” ujarnya.

Dia menambahkan, diharapkan kepada atlet disiplin dalam mengikuti Kejurnas ini. Seperti jam berapa pemanasan, latihan dan petandingannya. Kemudian diharapkan petandingan jangan jadwalnya dipadatkan, sehingga anak anak harus bertanding hingga larut malam. Bahkan hingga mencapai subuh, hal ini tentu tidak baik, Sehingga berdampak terhadap kesehatan atlet.

Kadispora Sumbar, Adib Alfikri dalam laporannya mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk mengukur kemampuan cabang sepak takraw, kematangan bertanding dan menjalin silaturahmi antar PPLP se nasional.

Kegiatan ini dilaksanakan lima hari mulai 5 sampai 10 November nanti, diikuti oleh 236 atlet, 12 PPLP dan 3 sentra keolahragaan di seluruh Indonesia. Dilaksanakan di Hall Lapangan Futsal Rafhelly Bypass Balai Baru Kuranji. Di Hall ini bisa dilaksanakan enam pertandingan sekaligus.

“Karna Hall ini bisa memuat enam lapangan takraw,” pungkasnya.(ridho)

banner 468x60

Related Posts