Pemuka Agama Berperan Dalam Sosialisasi KB

 Sumbar

IMG_20170330_013226

PADANG – BKKBN Sumbar menggelar Musyawarah daerah (Musda) Fapsedu (Forum Antar Umat Beragama Peduli Keluarga  Sejahtera dan Kependudukan)  Fapsedu I tahun 2017 , Rabu (29/3).

Forum pertemuan ini mengusung tema “revolusi mental melalui peran tokoh agama dalam mewujudkan psmbangunan bdrwawasan kependudukan. Dalam Musda itu, Duski Samad terpilih sebagai Ketua Fapsedu Sumbar.

Forum pertemuan ini melibatkan sebanyak 40 peserta , yang  terdiri dari anak muda,  mahsisawa, tokoh lintas agama, tokoh masyarakat dan sebagainya.

Dalam sambutannya, Kepala BKKBN Sumbar Syahruddin berharap forum ini mewujudkan kehidupan berbangsa dan bernegara adil dan makmur,  sejahtera dengan meningkatkan kualitas sumberdaya manusia (SM) di kependudukan.

“Kemudian, meningkatkan peram pemuka agama dalam mengaplikasikan kehidupan keluarga berencana pada umat beragama,” ujarnya.

Syahruddin juga mengharapkan kemudian setiap pemuka lintas agama memahami pokok peran masing-massing di tangah tengah masyarakat  beragama. Selain itu masyarakat Sumbar yang dinamis yang awalnya memang tak menerima KB sebelumnya.

Semua itu karena maksimal informasi diterima masyarakat Sumbar kalai itu.  Arrinya,  dengan informasi yang sepotong-potong membuat masyarakat enggan menerima KB dalam kelaurganya.  Tapi sekarang masyarakat Sumbar sudah memahami apa itu ber-KB,  maupun pemahamannya di sisi Agama mereka sudah mulai paham.

Sehingga, mereka memahami tujuan yang lebih luas dari KB itu. Dan bukan hanya sekadar menekan jumlah anak saja. Oleh karena itu pemuka agama melalui berbagai substansi dalam KB dan kependudukan, diminta terus berperan dalam meningkatkan KB.

di sisi Agama mengajarkan semua KK (kepala keluarga) untuk meawujudkan keluarga berkualitas,  sehat dan berdaya guna di berbagai sektor.  Peean pemuka agama juga diharapkan mendukung Kampung KB,  yng sebelumnga kampung KB hanya ada di setiap kabupaten  dan kota.  Tapi, kampung KB ke depan harus ada di setiap kecamatan.

“Peran pemuka agama sangat diharapkan peranannya dalam membumingkan KB ini, sehingga kehidupan masyarakat berkualitas dan sejahtera masa mendatang,” ujar Syahruddin.

Ketua Fapsedu Sumbar Duski Samad mengatakan,  ber KB bukan hanya menyangkut soal jumlah anak.  Namun,  lebih dari di antaranya sosial budaya agama,  lingkungan,  kesehatan (reproduksi),  ekonomi,  pendidikan dan cinta kasih.  “Namun,  yang jelas persoalan ber KB bukan hanya sebatas jumlah anak,  akan tetapi lebih dari itu, ” ujar Duski Samad.

Dikatakan Duski,  Fapsedu inu didirikan sejak tahun 2008, yang melibatkan delapan unsur agama,  Islam,  Kristen Katolik,  Protestan,  Hindu dan Budha, Khong Ho Cuu. (*)

banner 468x60

Related Posts